Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Februari 2015

Analisa Fundamental

Halo, readers dony's blogger, saya ucapkan selamat datang dan membaca. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas dari lanjutan sebelumnya yang mengenai analisa teknikal dan analisa fundamental. Artikel ini akan menjelaskan tentang Analisa Fundamental. Analisa Fundamental merupakan suatu analisa yang dimana investor mempelajari suatu hal yang mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan dengan tujuan untuk mengetahui kegiatan operasional dari perusahaan publik tersebut.

Dalam melakukan analisa fundamental ada istilah yang dikenal pendekatan " Top Down ", yakni melakukan tindakan sebelum analisa fundamental sebagai berikut: 

  1. Analisa Ekonomi Suatu Negara, yaitu analisa yang dimana mempelajari hal-hal tentang kondisi perekonomian suatu negara apakah dalam kondisi stabil atau surplus maupun defisit. Ada beberapa hal yang terkait dengan analisa ekonomi yakni: a) PDB (Produk Domestik Bruto); b) Inflasi; Tingkat Suku Bunga; c) Fluktuasi Nilai Tukar Mata Uang; d) Kondisi Politik Suatu Negara.
  2. Analisa Industri/Perusahaan, yaitu analisa yang dalam prakteknya untuk melihat keadaan dari suatu industri dalam hubungannya guna mengidentifikasi perusahaan yang memiliki potensi pada suatu sektor industri tertentu atau melihat kelebihan dan kekurangan suatu industri pada suatu sektor industrialnya. Ada beberapa hal indikator untuk analisa industri yaitu: a) Penjualan; b) Laba Perusahaan; c) Dividen yang dibagikan; d) Struktur Modal; e) Regulasi Industri, dan f) Inovasi Produk Suatu Industri.
  3. Analisa Keuangan Perusahaan, yaitu analisa yang melakukan laporan keuangan suatu perusahaan baik secara kuartal maupun semester. Analisa yang sering digunakan dalam laporan keuangan adalah rasio, Ada beberapa Jenis rasio pada umumnya, sebagai berikut:
  • Rasio Likuiditas, adalah kemampuan suatu perusahaan atau industri untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.
  • Rasio Aktifitas, adalah kemampuan suatu perusahaan atau industri dalam melakukan efisiensi untuk memanfaatkan aset-asetnya yang dimiliki oleh perusahaan.
  • Rasio Profitabilitas, adalah kemampuan suatu perusahaan atau industri dalam memperoleh laba atau keuntungan.
  • Rasio Solvabilitas, adalah kemampuan suatu perusahaan atau industri untuk memenuhi kewajiban jangka panjang.
  • Rasio Pasar, adalah untuk mengetahui kemampuan suatu perusahaan atau industri dalam menghasilkan laba per saham.
Baiklah, penjelasan singkat diatas tentang analisis fundamental, pada umumnya analisa seperti ini digunakan oleh investor yang transaksinya untuk jangka panjang atau " Real Investor " sehingga cocok sedangkan untuk " Trader " trading harian cocok menggunakan analisa teknikal walaupun kita tetap menggunakan sebagian fundamental untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut tidak hanya bagus secara fundamentalnya juga grafiknya.

Sekian informasi yang sampaikan semoga bermanfaat bagi Anda semua. Mohon kritik dan sarannya guna pengembangan blog maupun materi dan mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan, Terima Kasih.


Kamis, 19 Februari 2015

Analisa Teknikal

Halo. readers dony's blogger. Apa Kabar? Semoga anda sehat semua, amin.... Baiklah pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan artikel kemarin yang masih penasaran ingin belajar Analisa Teknikal. Anda pasti tentu sudah membaca Artikel saya sebelumnya bukan tentang Tips Membeli Saham Untuk pemula dalam artikel tersebut telah saya jelaskan secara singkat mengenai beberapa analisis yang digunakan dalam membaca arah pergerakan saham ataupun membaca kondisi keuangan perusahaan. 

Analisa teknikal secara gamblang orang mengatakan alat analisis yang menggunakan grafik atau chart karena memang itu merupakan tools utamanya. Analisis tersebut digunakan sudah sejak lama sebagai salah satu alat dalam investasi saham, indeks, komoditas, dan currency. Hampir sepenuhnya dari macam investasi tersebut pasti menggunakan indikator analisa teknikal.

Apa saja indikator analisa teknikal? Indikator dalam teknikal ada beberapa, yaitu: 

  1. Analisa teknikal mengikuti trend yang sedang terjadi di pasar modal, dalam pasar dikenal istilah trend, nah trend inilah yang nantinya akan bergerak dalam rentang tertentu dalam chart sehingga dapat terlihat arus perubahan permintaan dan penawaran.
  2. Analisa teknikal sering melakukan trading pada suatu saham yang terlihat bagus secara grafiknya tanpa melihat apakah fundamental perusahaan itu baik atau buruk.
Dalam analisa teknikal ada beberapa chart yang paling sering digunakan salah satunya yakni Line chart. Line chart adalah garis yang menghubungkan antara penutupan harga saham pada suatu periode tertentu.

Pada analisis teknikal para trader percaya bahwa pergerakan saham dipengaruhi oleh pola atau pattern sehingga harga bergerak wajar atau tidak acak. Ada beberapa istilah yang dikatan pola atau pattern yaitu:
  • Head and Shoulder 
  • Inverted
  • Double Top
  • Double Bottom
Dalam penetuan untuk membeli saham pada analisis teknikal ada beberapa indikator yang biasa sering digunakan, berikut indikatornya:

  1. Stockhastic Oscilator, yaitu pelaku pasar mempercayai bahwa pola trading seperti ini dapat dilakukan hanya dengan melihat gejala kenaikan atau penurunan yang terjadi pada grafik stochastic oscilator.
  2. Relative Strength Index, yaitu salah satu indikator yang banyak dipakai oleh pengguna untuk menentukan arah balik suatu saham. RSI ditentukan oleh point ada point terendah 30 sampai 60 point tinggi. Apabila posisi dibawah 30 maka RSI dikatakan posisi saham oversold sedangkan posisi diatas 60 maka RSI dikatakan posisi saham overbought. pada posisi RSI 30 ke bawah itu waktunya untuk membeli karena harga dalam kondisi downtrend dan apabila kondisi RSI 60 ke atas berarti posisi kita untuk menjual.
Sekian informasi yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat dan apabila ada pertanyaan silahkan komentar serta mohon kritik dan sarannya.





Rabu, 18 Februari 2015

Tips Membeli Saham Untuk Pemula

Halo, Readers Dony's blogger selamat datang di blog saya. Pada kesempatan ini saya akan membahas beberapa tips untuk Anda yang baru pertama kali berinvestasi di saham bagi pemula. Memang investasi di saham tidak begitu mudah dalam mempelajarinya apalagi untuk belajar trading harian yang harus mengerti tentang analisis teknikal, kecuali Anda memang ingin menjadi real investor yang tidak peduli apakah saham itu naik atau turun tetapi menanti akan hasil dividennya dan itupun Anda tetap harus mengetahui kondisi keuangan perusahaan apakah kondisi sehat atau buruk.

Dalam memberikan tips saham ini sebelumnya saya akan memberikan pengetahuan Anda tentang beberapa alat analisis yang digunakan dalam melakukan transaksi saham. Alat analisis yang di kenal dalam dunia persahaman ada dua, yaitu Analisis Teknikal dan Analisis Fundamental. Analisis Teknikal adalag suatu analisis yang menggunakan teknik chart atau grafik guna memprediksi pergerakan arah saham apakah akan naik atau turun, ibarat kita seperti forecasting suatu saham kemudian analisa arahnya apakah downtrend atau uptrend, sedangkan Analisis Fundamental adalah alat analisis yang menggunakan analisa keuangan atau laporan keuangan perusahaan, kondisi makro ekonomi, politik dan kondisi perekonomian suatu negara.

Supaya pembahasan ini tidak membuat Anda pusing karena membaca sangat panjang maka saya akan mempersingkat langsung ke tema yaitu tips membeli saham untuk pemula:

  1. Pastikan Anda sudah memiliki akun saham, karena apabila tidak punya Anda tidak bisa transaksi dong tentunya, hehe
  2. Sebelum Anda membeli saham lihatlah dahulu kondisi saham yang akan Anda beli atau Anda bisa minta rekomendasi kepada broker Anda saham apa yang sedang trend.
  3. Rekomendasi saya sebaiknya Anda memilih saham yang memang pergerakannya dalam harga 500 ke atas agar Anda aman dalam transaksi karena pergerakan saham ini baik untuk pemula dalam mempelajari baik grafiknya maupun fundamentalnya.
  4. Jangan membeli saham yang menurut Anda akan naik atau istilahnya insting karena ini bisa saja malah membuat Anda rugi karena hanya insting bukan secara teknikal atau fundamental.
  5. Apabila anda sudah dapat rekomendasi dari broker dan sudah mantap kemudian analisa grafiknya seperti apa apakah kondisi uptrend atau downtrend kemudian kondisi keuangannya.
  6. Silahkan membeli saham yang Anda mau beli dan nikmati profitnya.
Anda pasti bingung bagaimana saya bisa belajar analisis teknikal dan analisis fundamental? Baiklah sebelum Anda mempelajari analisis tersebut ada baiknya minta dahulu rekomendasi kepada broker jika sudah minta kepada broker Anda untuk bantuan memahami analisis tersebut dan apabila broker Anda tidak dapat membantu Anda jangan takut karena akan saya bahas pada artikel berikutnya. 

Don't go anyway from my blog guys. Kunjungilah selalu blog saya dan pastikan Anda memperoleh informasi terbaru. Sekian yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat bagi pembaca Dony's Blogger dan mohon maaf apabila ada kesalahan kata serta mohon kritik dan sarannya. To be continued artikel selanjutnya.

Selasa, 17 Februari 2015

Investasi Saham

Halo, Readers Dony's blogger selamat datang di blog saya, pada artikel hari ini yaitu tentang investasi saham. Anda bertanya Apa itu saham? Saham adalah surat tanda bukti kepemilikan perusahaan. Jadi dengan kita berinvestasi maka kita jadi pemegang saham perusahaan tersebut dan dicatatkan serta bisa memperoleh dividen, tapi jangan berpikiran bahwa kita bisa mengendalikan perusahaan tersebut karena kita hanya pemegang 0,000sekian% jadi bukan pengendali perusahaan. Untuk mengendalikan pemegang perusahaan minimal 10% dari saham beredar.

Saham dihitung melalui satuan Lot, sebelum tahun 2014 satuan lot yakni 1 lot = 500 lembar saham dan pada januari 2014 bursa efek melakukan perubahan yaitu jumlah 1 lot = 100 lembar sehingga investor publik dapat membeli dengan harga murah namun fraksi harga juga berubah. Fraksi harga itu apa? Fraksi harga adalah merupakan satuan perubahan harga setiap satu kenaikan harga saham, sama seperti halnya perubahan lot maka ada pula perubahan fraksi berikut perubahannya :


Dengan seiringnya perkembangan perekonomian yang semakin maju dalam memperoleh informasi sangatlah mudah termasuk investasi saham namun akan tetapi setiap investasi pastilah mengandung unsur yang namanya risiko karena tidak ada investasi yang tidak mengandung risiko dengan imbal hasil yang terbilang besar. Banyak di luar sana yang menawarkan investasi dengan imbal hasil besar tanpa risiko menurut saya itu hanya mengada-ada karena investasi merupakan hal yang dibilang harus masuk akal karena imbal hasil akan tegak lurus dengan risiko maksudnya adalah semakin tinggi imbal hasil maka semakin tinggi risikonya.

Anda tertarik? Kemudian pasti anda bertanya apakah untuk membuka akun saham membutuhkan modal yang besar? jawabannya adalah TIDAK karena dengan hanya modal Rp 100.000,- saja Anda dapat membuka sebuah akun saham. Dengan modal sebesar itu Anda dapat melakukan transaksi saham sungguh mudah, murah, dan menguntungkan bukan?

Sebelum Anda berinvestasi siapkan dahulu modal yang akan dimasukkan ke dalam akun saham. Apabila modal sudah terkumpul bawa syarat pendaftaran, berikut adalah syarat pendaftarn pada umumnya :

  1. Nasabah adalah WNI (ataupun WNA apabila ada yang mau investasi di Indonesia)
  2. Melampirkan Foto Copy KTP (WNA menggunakan KITAS/PASPOR)
  3. Melampirkan Foto Copy NPWP (apabila punya)
  4. Daftarkan diri Anda ke perusahaan sekuritas yang ada di kota Anda lihat Link perusahaan sekuritas Legal menurut Bursa Efek Indonesia: 
  5. http://www.idx.co.id/id-id/beranda/anggotabursaamppartisipan/anggotabursadikotaanda.aspx
  6. Daftar dan Isi formulir serta ikuti petunjuk broker masing-masing sekuritas.
Anda bertanya " Apa keuntungan dari saham? "
Keuntungan dari saham yaitu ada berupa Dividen dan dan Capital Gain. Dividen adalah hasil yang diperoleh dari laba yang dibagikan kepada pemegang saham seperti yang penulis katakan Anda menjadi pemegang saham apabila membeli saham tersebut dan dicatatkan namnya di perusahaan sebagai investor publik. Dividen dapat dibagi menjadi dua yaitu :
  1. Dividen Tunai, yaitu dividen yang berupa dalam bentuk cash atau tunai yang diatribusikan setelah beberapa minggu setelah cum date.
  2. Dividen saham, yaitu alternatif lain dari dividen tunai sebagai gantinya dengan menambahkan modal dengan membuat saham baru kemudian dibagikan kepada investor sehingga jumlah saham yang dimiliki bertambah dengan syarat dan ketentuan.
Capital Gain adalah selisih antara harga jual dengan harga beli misal MR. X investasi saham dengan membeli saham perusahaan A harga Rp 500,- dengan jumlah 5 Lot = Rp 500 x 500 lembar saham = Rp 250.000,- kemudian menjual saham perusahaan B pada harga Rp 510 maka Rp 510 x 500 lembar saham = Rp 255.000,- dalam hasil tersebut maka Anda untung sebesar Rp 5000,- jika di persenkan maka (Rp 10 / Rp 500) x 100 % = 2 % jumlah persentase bisa bertambah besar sehubungan dengan semakin tinggi harga jualnya artinya semakin jauh selisih dari harga beli Anda. Namun semakin tinggi hasil maka semakin tinggi pula risiko. Saran saya sebaiknya Anda tidak mematok imbal hasil yang tinggi karena apabila harga sudah sangat tinggi akan ada kemungkinan harga tersebut dapat konsolidasi jadi dalam berinvestasi pastikan patokan Anda semisal dalam 1 minggu 5 %.

Baiklah sekian informasi dari saya apabila ada kekurangan mohon maaf dan apabila ada kritik dan saran mohon komentarnya.


Tabungan Untuk Para Mahasiswa

Halo, para pembaca setia dony's blogger, bagaimana kabar kalian? semoga Anda dalam kondisi sehat Wal-afiat. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas program tabungan yang cocok untuk mahasiswa dimana para mahasiswa pasti banyak segudang kesulitan dana simpanan karena apabila menabung pasti terpotong biaya administrasi bulanan. Baiklah, sebelum Anda menabung ada baiknya untuk mengetahui dahulu apa planning atau rencana Anda untuk ke depannya, karena dengan adanya rencana semua akan tertata. Apabila sudah ada rencana maka tahap selanjutnya saya akan membahas tabungan yang cocok untuk Anda para mahasiswa.

Tabungan yang saya maksud disini merupakan tabungan program milik BTN yang dimana memang di khususkan untuk kalangan pelajar/mahasiswa yaitu program Tabungan BTN Juara. Tabungan BTN Juara adalah tabungan untuk kalangan pelajar atau mahasiswa yang dimana dalam tabungan ini ada bebas biaya administrasi bulanan sehingga uang Anda akan utuh walaupun tak digunakan. Dalam tabungan ini fasilitas tidak hanya saja memperoleh bebas biaya administrasi bulanan tetapi juga sekaligus mendapatkan kartu ATM yang sekaligus juga kartu Debit, sangat menguntungkan bukan. Kebetulan saya juga pengguna tabungan BTN Juara dan ini bermanfaat bagi saya karena tak pusing memikirkan hasil tabungan saya yang terpotong oleh biaya-biaya tersebut.

Memang Ada kelemahan dalam Tabungan ini yaitu biaya transfer yang berbeda bank ataupun tarik dana ATM beda bank namun menurut saya itu bukanlah permasalahan karena hanya dipotong Rp 7500,-. Fasilitas iMobile BTN juga dapat digunakan apabila bagi Anda yang malas keluar untuk transfer antar bank atau rekening lain, kemudian cek saldo, pembelian pulsa pun dapat melalui iMobile dan tagihan-tagihan lainnya. Apa Anda tertarik untuk membuatnya?

Nah, apabila Anda tertarik dengan Tabungan BTN Juara akan saya berikan persyaratannya :
  1. Penabung adalah perorangan atau WNI
  2. Lampirkan Foto copy kartu pelajar/ akte kelahiran/KTP/Paspor
  3. Bagi Anda yang belum memiliki KTP, Menyerahkan Surat Pernyataan Orang Tua sebagai wali/pengampu
  4. Setoran awal dan saldo minimal Rp 50000,-
  5. Setoran selanjutnya minimal Rp 20000,-
Sangat mudah bukan dan apabila saldo anda > Rp 50000,- maka Anda akan memperoleh bunga sekitar 0,50%. Mudah, Murah, dan Menguntungkan. Untuk informasi lebih lanjut silahkan klik link :

Sekian dari saya semoga bermanfaat dan mohon kritik serta sarannya guna mengembangkan lagi blog saya ini.

Apa itu Investasi

" Investasi ", apa yang Anda ketahui tentang sebuah kata investasi? Pasti Anda menjawab bank, uang, saham, emas, reksadana, dan lain sebagainya namun investasi dalam arti kata sebenarnya adalah menanamkan modal untuk memperoleh imbal hasil di masa yang akan datang atau istilahnya return. Ada banyak macam bentuk investasi seperti yang saya sebut sebelumnya tetapi terkadang Anda pasti bingung investasi apa yang cocok dengan karakter isi dompet Anda, tak perlu khawatir di zaman era ekonomi maju sekarang banyak program investasi yang menawarkan kemudahan serta murah tapi tetap berkualitas.

Apalagi pemerintah sedang merencanakan untuk seluruh warga Indonesia dapat melek keuangan, dalam arti bahwa warga masyarakat Indonesia mengetahui bentuk-bentuk macam aplikasi keuangan namun dari hal yang terdekat yaitu tabungan. Tabungan merupakan salah satu aplikasi dari investasi dimana untuk mengajarkan menabung untuk hari esok tapi kebanyakan tabungan bukan tempat investasi karena potongan administrasi bulanan sehingga bank hanya tempat untuk menyimpan dan meminjam uang sangat disayangkan bukan.Ada kabar baik tentang program pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut yaitu pemerintah bekerja sama dengan bank untuk membuat buku tabungan yang hanya dikhususkan bagi yang tidak ingin dikenakan biaya macam-macam oleh bank yaitu "TabunganKu".

Investasi tidak hanya Tabungan saja melainkan ada banyak seperti saham. Ya, banyak orang tidak mengenal saham dan banyak juga yang tidak tertarik karena sifatnya haram. Namun anggapan bahwa investasi saham itu haram adalah salah karena sistem perdagangan saham merupakan lelang bertingkat serta MUI juga sudah menghalalkan saham. Ada pertanyaan Saham itu apa ya? Saham merupakan surat tanda bukti kepemilikan perusahaan. Eitsss.... tunggu dulu jangan berpikir bahwa Anda dengan membeli saham suatu perusahaan berarti Anda memilikinya juga karena dalam saham itu ada kalangan Mayoritas dan Minoritas. Apa itu Saham Mayoritas dan Saham Minoritas? Saham Mayoritas adalah saham yang dimana pemiliknya merupakan pemegang kendali perusahaan dengan kata lain pemegang saham terbanyak minimal 10% sedangkan Saham Minoritas adalah saham yang diperdagangkan melalui transaksi bursa yaitu BEI (Bursa Efek Indonesia dan disana kita disebut dengan istilah investor ritel. Bagaimana cara berinvestasi di saham atau pasar modal?

Menjawab pertanyaan diatas, pertama apakah Anda sudah memiliki buku tabungan pribadi? Jika sudah maka tahap berikutnya adalah KTP, pasti setiap warga negara Indonesia memiliki KTP kalo tidak berarti Anda bukan orang Indonesia atau Warga Asing tapi tenang saja warga Asing juga bisa berinvestasi di Indonesia yaitu dengan KITAS atau Passport. Tahap berikutnya adalah NPWP itu jika Anda memiliki NPWP sebagai masyarakat Indonesia yang baik pasti memiliki NPWP karena itu berarti kita taat bayar pajak. Jika sudah memiliki itu semua maka Anda hanya perlu datang ke perusahaan sekuritas, nah disanalah kita akan mendaftar untuk menjadi investor untuk investasi saham. Apa itu perusahaan sekuritas? perusahaan sekuritas adalah perusahaan jasa keuangan yang menyediakan platform untuk berinvestasi di pasar modal ibarat kata mereka adalah panjang tangan dari modal kita. Perusahaan sekuritas di Indonesia ada banyak namun tentu dengan perbedaan masing=masing sekuritas dan minimal investasi, jika Anda belum mengetahui perusahaan sekuritas yang terdaftar di Indonesia, ada baiknya melihat dulu perusahaan apa saja yang sudag terdaftar sebagai perusahaan sekuritas yang Legal di BEI berikut linknya: http://www.idx.co.id/id-id/beranda/anggotabursaamppartisipan/anggotabursadikotaanda.aspxApabila Anda sudah mendaftar selamat anda menjadi Investor Saham.

Apakah ada investasi lain selain saham, jawabnya "ADA" yaitu investasi reksadana. Apa itu Reksadana? Menurut Wikipedia Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa sahamobligasipasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya. Jadi, Reksadan itu sekumpulan modal investasi dari beberapa investor yang dikelola oleh manajer investasi dengan cara melalui unit penyertaan reksadana. Apabila saham Anda pribadi yang mengelola maka berbeda dengan reksadana karena yang mengelola merupakan manajer investasi yang tentu ahli dalam menganalisis suatu penyertaan sehingga Anda tidak perlu repot-repot bertransaksi secara harian dan sifat reksadana ini jangka menengah serta jangka panjang. Untuk mengetahui lebih dalam tentang Reksadana Anda dapat membaca melalui link: http://id.wikipedia.org/wiki/Reksadana. Bagaimana dengan syarat pendaftarannya, cara mendaftarnya hampir sama dengan mendaftar saham tapi Anda akan diberikan formulir  untuk mengetahui apakah tipe investasi anda apakah konservatif, moderat atau lainnya sehingga manajer investasi dapat memberikan saran yang cocok untuk investasi Anda. untuk mengetahui perusahaan reksadana yang legal berikut linknya: http://aria.bapepam.go.id/reksadana/data.asp?page=manajer-investasi

Sekian dari saya semoga dapat bermanfaat bagi Anda semua yang membaca. mohon kritik dan saran untuk memperbaiki setiap kesalahan dari artikel saya ini.