Kamis, 19 Februari 2015

Analisa Teknikal

Halo. readers dony's blogger. Apa Kabar? Semoga anda sehat semua, amin.... Baiklah pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan artikel kemarin yang masih penasaran ingin belajar Analisa Teknikal. Anda pasti tentu sudah membaca Artikel saya sebelumnya bukan tentang Tips Membeli Saham Untuk pemula dalam artikel tersebut telah saya jelaskan secara singkat mengenai beberapa analisis yang digunakan dalam membaca arah pergerakan saham ataupun membaca kondisi keuangan perusahaan. 

Analisa teknikal secara gamblang orang mengatakan alat analisis yang menggunakan grafik atau chart karena memang itu merupakan tools utamanya. Analisis tersebut digunakan sudah sejak lama sebagai salah satu alat dalam investasi saham, indeks, komoditas, dan currency. Hampir sepenuhnya dari macam investasi tersebut pasti menggunakan indikator analisa teknikal.

Apa saja indikator analisa teknikal? Indikator dalam teknikal ada beberapa, yaitu: 

  1. Analisa teknikal mengikuti trend yang sedang terjadi di pasar modal, dalam pasar dikenal istilah trend, nah trend inilah yang nantinya akan bergerak dalam rentang tertentu dalam chart sehingga dapat terlihat arus perubahan permintaan dan penawaran.
  2. Analisa teknikal sering melakukan trading pada suatu saham yang terlihat bagus secara grafiknya tanpa melihat apakah fundamental perusahaan itu baik atau buruk.
Dalam analisa teknikal ada beberapa chart yang paling sering digunakan salah satunya yakni Line chart. Line chart adalah garis yang menghubungkan antara penutupan harga saham pada suatu periode tertentu.

Pada analisis teknikal para trader percaya bahwa pergerakan saham dipengaruhi oleh pola atau pattern sehingga harga bergerak wajar atau tidak acak. Ada beberapa istilah yang dikatan pola atau pattern yaitu:
  • Head and Shoulder 
  • Inverted
  • Double Top
  • Double Bottom
Dalam penetuan untuk membeli saham pada analisis teknikal ada beberapa indikator yang biasa sering digunakan, berikut indikatornya:

  1. Stockhastic Oscilator, yaitu pelaku pasar mempercayai bahwa pola trading seperti ini dapat dilakukan hanya dengan melihat gejala kenaikan atau penurunan yang terjadi pada grafik stochastic oscilator.
  2. Relative Strength Index, yaitu salah satu indikator yang banyak dipakai oleh pengguna untuk menentukan arah balik suatu saham. RSI ditentukan oleh point ada point terendah 30 sampai 60 point tinggi. Apabila posisi dibawah 30 maka RSI dikatakan posisi saham oversold sedangkan posisi diatas 60 maka RSI dikatakan posisi saham overbought. pada posisi RSI 30 ke bawah itu waktunya untuk membeli karena harga dalam kondisi downtrend dan apabila kondisi RSI 60 ke atas berarti posisi kita untuk menjual.
Sekian informasi yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat dan apabila ada pertanyaan silahkan komentar serta mohon kritik dan sarannya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar